Serunya Perjalanan Makanan: Mengenal Sistem Pencernaan Manusia ⋆˚࿔
Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia mengalami proses yang panjang sebelum makanan tersebut bisa menjadi sumber energi bagi tubuh. Proses pencernaan tentunya tidak bisa berlangsung tanpa adanya alat pencernaan yang biasa dikenal dengan organ – organ pencernaan manusia (Saputro & Saputra, 2015).
Dalam proses pencernaan, mulut adalah awal dari saluran pencernaan. Gigi menghancurkan makanan dan dibantu air liur yang mengandung enzim amilase untuk membantu memecah karbohidrat menjadi gula sederhana. Setelah dikunyah, makanan berbentuk bolus masuk ke kerongkongan dan didorong menuju lambung melalui gerakan peristaltik.
Makanan disimpan sementara di lambung lalu diolah dengan asam lambung dan enzim pepsin untuk memecah protein. Hasilnya adalah bubur makanan (chyme) yang kemudian masuk ke usus halus. Di duodenum, chyme bercampur dengan empedu yang dihasilkan dari hati dan enzim pankreas untuk melanjutkan proses pencernaan. Selanjutnya, jejunum dan ileum menyerap nutrisi ke dalam darah.
Pankreas berperan menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin dan glukagon, sedangkan hati menghasilkan empedu yang berfungsi mencerna lemak sekaligus berfungsi dalam metabolisme dan detoksifikasi. Empedu yang diproduksi sementara disimpan di kantung empedu sebelum dilepaskan ketika dibutuhkan.
Sisa makanan yang tidak tercerna diteruskan ke usus besar. Di sini air dan elektrolit diserap, lalu sisa makanan dipadatkan menjadi feses. Di rektum, feses disimpan dan dikeluarkan melalui anus.
Gangguan pada Sistem Pencernaan (◞‸ ◟)💧
Penyakit pencernaan adalah penyakit yang menyerang organ pencernaan sehingga mengganggu kerja sistem pencernaan. Gangguan pencernaan merupakan keluhan yang paling banyak terjadi di puskesmas dan klinik-klinik umum. Pola makan yang tidak baik, makanan yang tidak sehat, gizi tidak seimbang, infeksi dan gangguan di organ pencernaan adalah contoh hal yang menyebabkan timbulnya penyakit pencernaan. Apabila dibiarkan dapat berakibat fatal bagi kesehatannya (Wijianto, 2021).
Salah satu contoh penyakit pencernaan adalah diare. Diare merupakan kondisi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi tinja encer atau cair. Penyebab utamanya bisa infeksi virus (seperti rotavirus), bakteri (E. coli, Salmonella), atau parasit. Faktor penyebab lain seperti makanan atau minuman terkontaminasi, intoleransi laktosa, dan efek samping obat juga dapat memicu diare. Tinja cair, mual, muntah, kram perut, bahkan demam, adalah gejala diare dan bisa berisiko menyebabkan dehidrasi apabila tidak segera ditangani.
Penanganan utama adalah rehidrasi dengan larutan oralit atau cairan infus pada kasus berat. Jika penyebabnya adalah parasit atau infeksi bakteri, bisa diberikan obat sesuai anjuran medis. Mencegah diare dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang aman dan tidak terkontaminasi bakteri, menjaga kebersihan tangan, serta pemberian vaksin rotavirus pada anak.
Kesimpulan ⋅˚₊‧ ୨୧ ‧₊˚ ⋅
Sistem pencernaan adalah sistem vital yang bertanggung jawab untuk mengolah makanan menjadi energi dan nutrisi. Memahami fungsi setiap organ pencernaan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Terapkan pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan konsultasikan dengan dokter jika mengalami masalah pencernaan.
Daftar Pustaka
Sistem pencernaan manusia: Organ, fungsi dan cara menjaga kesehatannya. (n.d.). Halodoc. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/sistem-pencernaan-manusia-organ-fungsi-dan-cara-menjaga-kesehatannya
Saputro, R. E., & Saputra, D. I. S. (2015). Pengembangan Media Pembelajaran Mengenal Organ Pencernaan Manusia Menggunakan Teknologi Augmented Reality. Jurnal Buana Informatika, 6(2). https://doi.org/10.24002/jbi.v6i2.404
Wijianto, A. (2021). Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pencernaan Pada Manusia Menggunakan Metode Forward Chaining dan Certainty Factor. 1(2).
KlikDokter. (2024, 25 Januari). Diare: Penyebab, gejala, pengobatan. https://www.klikdokter.com/penyakit/masalah-pencernaan/diare
RS Universitas Indonesia. (2023, 10 Juli). Diare. Rumah Sakit Universitas Indonesia. https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/kelainan-penyakit/diare
