Disusun oleh : Kenzie Faeyza .K
Mata pelajaran : Science, ICCT & CMHQ
Guru : Ms Nurutl Fatimah, M. Pd.
Sistem Pencernaan
Manusia
A. PENDAHULUAN
Sistem pencernaan manusia merupakan salah satu sistem vital dalam tubuh yang berfungsi untuk mengolah makanan sehingga dapat diserap dan dimanfaatkan sebagai sumber energi, pertumbuhan, serta perbaikan sel-sel tubuh. Proses pencernaan melibatkan serangkaian organ yang bekerja secara terkoordinasi, mulai dari mulut sebagai pintu masuk makanan, kemudian dilanjutkan ke kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga berakhir di anus. Selain organ utama, terdapat pula organ pendukung seperti hati, pankreas, dan kelenjar ludah yang berperan penting dalam menghasilkan enzim dan cairan pencernaan.
Pemahaman mengenai sistem pencernaan sangat penting, sebab pola makan yang tidak sehat atau gangguan pada salah satu organ pencernaan dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan mengetahui cara kerja serta fungsi dari setiap bagian sistem pencernaan, manusia dapat lebih bijak dalam menjaga pola makan, memilih jenis makanan, serta menerapkan gaya hidup sehat demi menjaga keseimbangan tubuh. (Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta)
B. FUNGSI DAN PROSES KERJA ORGAN PENCERNAAN
Makan merupakan perilaku mendasar manusia yang diperlukan untuk energi, pemeliharaan, kelangsungan hidup, serta menjadi pusat interaksi sosial dan identitas kultural. Makanan yang kita makan belum dapat digunakan secara langsung untuk energi atau membangun struktur jaringan. Pada dasarnya, systema digestorialah (sistem pencernaan) yang menjadi lini pembongkaran untuk memecah makanan menjadi molekul kecil seperti asam amino dan monosakarida sehingga dapat diabsopsi dan diangkut ke dalam sel. Systema digestoria berfungsi memproses makanan, mengekstrak nutrien dari makanan, dan mengeliminasi zat residu. Hal ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu ingesti, proses mekanis, digesti, sekresi, absorpsi, kompaksi, dan defekasi (Saladin et al., 2018; Martini et al., 2018; Eckel, 2018)
C. Mulut
- Gerakan Mekanik
○ Mengunyah (Mastikasi)
■ Makanan dipecah oleh gigi, lidah, dan bercampur dengan saliva.
■ Membentuk bolus (massa makanan lembut yang dilapisi saliva).
■ Mastikasi berfungsi untuk:
1. Memecah selaput selulosa (sayur, buah).
2. Memperkecil ukuran makanan.
3. Merangsang indera pengecap.
4. Mencegah kerusakan saluran cerna.
5. Mempercepat pengosongan lambung.
○ Menelan (Deglutitisi)
■ Terdiri dari tahap volunter (sadar) dan refleks (faringeal & esofageal).
■ Proses utama: lidah mendorong bolus → uvula menutup nasofaring → epiglotis menutup laring → bolus masuk esofagus dengan bantuan peristaltik.
- Fungsi Sekresi
○ Kelenjar Saliva
■ Parotis (serus), Submaksilaris (serus + mukus), Sublingualis (mukus + serus).
○ Peran Saliva:
■ Melicinkan makanan, menjaga kebersihan mulut, membantu rasa, melawan bakteri (lisozim, IgA, laktoferin), buffer pH, serta mengandung enzim ptialin (amilase) & lipase lingual.
○ Pengaturan Sekresi:
■ Refleks sederhana (makanan di mulut) & refleks terkondisi (melihat, membaui, memikirkan makanan).
■ Dikendalikan oleh saraf parasimpatis (dominan, menghasilkan saliva encer) & simpatis (saliva kental).
D. Esofagus
● Gerakan Peristaltik: primer (lanjutan dari faring) & sekunder (bila makanan tertinggal).
● Sfingter Gastroesofageal: mencegah refluks isi lambung ke esofagus.
● Sekresi Esofagus: hanya mukus, untuk lubrikasi & perlindungan dari asam.
E. Lambung
Fungsi Motorik:
- Menyimpan makanan sementara.
- Mencampur makanan dengan getah lambung → jadi kimus (chyme).
- Mengosongkan ke usus halus secara terkontrol.
Fungsi Sekresi:
● Sel utama → pepsinogen.
● Sel parietal → HCl & faktor intrinsik.
● Sel mukus → mukus.
● Sel G → gastrin.
Getah Lambung: HCl, pepsinogen → pepsin, mukus, faktor intrinsik, lipase gaster.
Fase Sekresi:
- Sefalik: dirangsang pikiran, bau, rasa makanan.
- Gastrik: adanya makanan dalam lambung.
- Usus: stimulasi/inhibisi tergantung kondisi duodenum.
Motilitas Lambung:
● Pengisian → penyimpanan → pencampuran → pengosongan.
● Dipengaruhi oleh jumlah chyme, keenceran, dan faktor duodenum (lemak, asam, osmolaritas, peregangan).
F. Usus Halus
● Sekresi Pankreas: amilase, lipase, enzim proteolitik (tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase).
● Garam Empedu: emulsifikasi lemak, membantu absorbsi vitamin larut lemak, mengeluarkan kolesterol.
● Kelenjar Usus Halus:
○ Kelenjar Brunner (mukus → lindungi duodenum).
○ Kripta Lieberkuhn (sel goblet, paneth, epitel). Enzim: peptidase, disakaridase, lipase usus.
● Motilitas Usus Halus:
○ Gerakan propulsif (peristaltik).
○ Gerakan mencampur (segmentasi).
H. Usus Besar
- Sekresi Usus Besar
○ Hanya menghasilkan mukus (oleh sel goblet) untuk melicinkan jalannya feses & melindungi dinding usus dari gesekan dan zat berbahaya.
- Fungsi Usus Besar
○ Menyerap air dan elektrolit dari sisa makanan.
○ Menjadi tempat hidup bakteri usus (flora normal) yang membantu fermentasi, membentuk vitamin K & vitamin B kompleks.
○ Membentuk massa feses dari sisa makanan yang tidak tercerna.
- Motilitas Usus Besar
○ Gerakan segmentasi → mencampur isi usus dan memperlambat pergerakan.
○ Gerakan massal → mendorong isi usus besar menuju rektum (biasanya terjadi beberapa kali sehari).
I. Rektum dan Anus
- Rektum
○ Berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses.
○ Dinding rektum akan meregang ketika terisi feses, memicu refleks defekasi.
- Anus
○ Saluran akhir pencernaan untuk pengeluaran feses.
○ Terdapat dua sfingter:
■ Sfingter ani interna (otot polos, bekerja otomatis/refleks).
■ Sfingter ani eksterna (otot rangka, bekerja sadar/volunter).
- Proses Defekasi
○ Tekanan pada rektum → memicu kontraksi otot dinding usus besar & rektum.
○ Sfingter interna relaksasi otomatis, sedangkan sfingter eksterna dikendalikan secara sadar untuk mengeluarkan feses. (Husairi, 2020).
Gangguan atau Penyakit pada Sistem Pencernaan
Gangguan sistem pencernaan adalah masalah yang terjadi pada saluran atau organ yang terlibat dalam pencernaan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga naiknya asam lambung. Gejala gangguan sistem pencernaan pun bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat.
Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
- Konsumsi Lemak Sehat → pilih alpukat, biji-bijian, salmon, atau tuna untuk energi dan mencegah inflamasi.
- Konsumsi Real Food → masak sendiri, hindari makanan olahan dan pengawet agar pencernaan tidak terbebani.
- Penuhi Kebutuhan Air → minum minimal 8 gelas/2 liter per hari untuk melancarkan BAB dan mencegah sembelit.
- Perbanyak Serat → makan sayuran, buah, dan biji-bijian agar kenyang lebih lama, terhindar dari sembelit dan kembung.
- Kendalikan Stres → stres berlebih memicu kortisol, menyebabkan mual, diare, sembelit, dan pola makan buruk. (https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-tips-menjaga-kesehatan-pencernaan)
Kesimpulan
Sistem pencernaan manusia merupakan rangkaian organ yang bekerja secara terkoordinasi untuk mengolah makanan menjadi zat gizi yang dibutuhkan tubuh serta membuang sisa yang tidak diperlukan. Setiap organ, mulai dari mulut hingga anus, memiliki fungsi spesifik yang saling mendukung dalam proses pencernaan.
Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat penting, karena gangguan pada salah satu organ dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Cara menjaga kesehatan pencernaan dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat (lemak baik, real food, dan serat), mencukupi kebutuhan cairan, serta mengelola stres. Dengan pola hidup yang baik, sistem pencernaan dapat berfungsi optimal sehingga mendukung energi, pertumbuhan, dan kualitas hidup manusia secara menyeluruh.
Daftar Pustaka
● Husairi, Ahmad. 2020. Sistem Pencernaan: Tinjauan Anatomi, Histologi, Biologi, Fisiologi, dan Biokimia. CV IRDH.
● Sanyoto, Didik Dwi. 2020. Sistem Pencernaan: Tinjauan Anatomi, Histologi, Biologi, Fisiologi, dan Biokimia. CV IRDH.
● Yuliana, Ida. 2020. Sistem Pencernaan: Tinjauan Anatomi, Histologi, Biologi, Fisiologi, dan Biokimia. CV IRDH.
● Panghiyangani, Roselina. 2020. Sistem Pencernaan: Tinjauan Anatomi, Histologi, Biologi, Fisiologi, dan Biokimia. CV IRDH.
● Asnawati. 2020. Sistem Pencernaan: Tinjauan Anatomi, Histologi, Biologi, Fisiologi, dan Biokimia. CV IRDH.
● Triawanti. 2020. Sistem Pencernaan: Tinjauan Anatomi, Histologi, Biologi, Fisiologi, dan Biokimia. CV IRDH.
● Kevin Adrian. 2023, 25 Oktober. Macam-Macam Gangguan Sistem Pencernaan yang Umum Terjadi. Alodokter. (https://www.alodokter.com/macam-macam-gangguan-sistem-pencernaan-yang-umum-terjadi)
● Ramadhani, Khairunisa. 2022. Dasar-Dasar Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Yogyakarta: UAD Press.
● Widyaningrum, Rachmawati. 2022. Dasar-Dasar Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Yogyakarta: UAD Press.
