Pembuatan yogurt sebagai Produk Bioteknologi Konvensional
- Nama : Najwa Nafiatul Lafif
- Kelas : 9 Al Fatih
- Guru: Miss Nurul
Pendahuluan
Pada hari rabu tanggal 17 sebtember 2025, saya akan membuat yogurt Bersama mama. Kegiatan ini kami lakukan di dapur karena semua alat dan bahan ada di dapur
Informasi Pendukung
Yogurt adalah produk susu yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Proses ini menghasilkan rasa sedikit asam dan tekstur padat yang lembut
Alat dan Bahan
Alat:
- Panci
- Toples
- Kompor
- Handuk penutup
Bahan:
- Plain yogurt
- Susu UHT
Langkah langkah
- Siapkan alat dan bahan seperti panci, toples, kompor, handuk, plain yogurt, dan susu.
- Selanjutnya, masukkan susu ke dalam panci lalu panaskan hingga 80 °C dengan api kecil.

- Matikan api lalu pindahkan susu ke toples dan diamkan sekitar 10 menit.
- Setelah sudah tidak terlalu panas, sisihkan 5 sendok susu lalu campurkan dengan plain yogurt, aduk hingga rata.
- Setelah rata, campurkan kembali dengan susu yang ada di toples.

- Bungkus toples dengan handuk lalu diamkan selama 24 jam pada suhu ruang.
Manfaat yogurt
- Menyehatkan pencernaan
- Sumber kalsium dan protein
- Meningkatkan daya tahan tubuh
Mikroorganisme yang Bekerja
- Lactobacillus bulgaricus – Berperan mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat.
- Streptococcus thermophilus– Membentuk tekstur kental pada yogurt.
Kesimpulan
Pembuatan yogurt merupakan penerapan bioteknologi konvensional dengan proses fermentasi sederhana. Hasilnya berupa makanan yang enak, bergizi, serta bermanfaat bagi kesehatan.
- Mengapa memilih produk ini?
Karena yogurt mudah dibuat di rumah dan bahannya sederhana.
- Hal menarik yang ditemukan?
Perubahan yogurt dari cair menjadi kental dan agak asam membuktikan peran mikroorganisme dalam kehidupan sehari-hari.
- Tantangan yang dihadapi?
Menunggu proses fermentasi membutuhkan dan harus meletakkan di tempat yang benar benar sesuai agar proses fermentasi tidak gagal.
- Manfaat setelah menyelesaikan projek?
Saya lebih memahami penerapan bioteknologi konvensional, pentingnya peran mikroorganisme, dan mendapat banyak ilmu baru.
