Kale Science

Disusun oleh:     Kaleandra                                                                                                                

Mata Pelajaran: IPA dan ICCT                            

Guru:                 Ms Nurul Fatimah, M.Pd.

“Peredaran Darah Sehat, Tubuh Sehat”

 

Pendahuluan

Menjaga sistem peredaran darah manusia berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup, karena mengalirkan oksigen, nutrisi, serta membuang sisa metabolisme. Jantung dan pembuluh darah bekerja teratur agar seluruh organ dapat berfungsi dengan baik. Pemahaman tentang sistem ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan tubuh. (Sherwood, 2016; Guyton & Hall, 2017).

 

IMTAQ

Dan pada diri kalian sendiri, apakah kalian tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat: 21).

Ayat ini menjelaskan untuk lebih memperhatikan diri kita sendiri terutama pada sistem peredaran darah manusia

Isi

  1. Fungsi organ dan proses kerjanya

Jantung:  berfungsi sebagai pompa utama yang menggerakkan darah ke seluruh tubuh.

  1. Pembuluh darah :
    1. Arteri: membawa darah kaya oksigen dari jantung.
    2. Vena: membawa darah kembali ke jantung.
    3. Kapiler: tempat pertukaran oksigen, karbon dioksida, dan nutrisi dengan sel tubuh.
  2. Darah → mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, dan membuang sisa metabolisme.

Proses Kerja

  • Peredaran kecil: jantung → paru-paru → kembali ke jantung (untuk pertukaran O₂ dan CO₂).
  • Peredaran besar: jantung → seluruh tubuh → kembali ke jantung (untuk distribusi oksigen & nutrisi).

Dengan sistem ini, tubuh tetap mendapatkan oksigen dan nutrisi, serta sisa metabolisme dapat dibuang dengan baik. (Sherwood, L. (2016).

 

  1. Mekanisme (alur kerja sistem)

Mekanisme Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah manusia bersifat ganda dan tertutup:

  1. Peredaran darah kecil (pulmonal):
    1. Darah miskin oksigen dari bilik kanan jantung dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
    2. Di paru-paru terjadi pertukaran gas: CO₂ dilepaskan, O₂ diikat.
    3. Darah kaya oksigen kembali ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.
  2. Peredaran darah besar (sistemik):
    1. Darah kaya oksigen dari bilik kiri jantung dipompa melalui aorta ke seluruh tubuh.
    2. Di kapiler jaringan terjadi pertukaran: sel mendapat O₂ dan nutrisi, darah membawa CO₂ dan sisa metabolisme.
    3. Darah miskin oksigen kembali ke serambi kanan jantung melalui vena kava. (Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2017).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Gangguan Umum Sistem Peredaran Darah (Sumber: Halodoc)
  2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
    Tekanan darah dalam arteri terlalu tinggi secara terus-menerus → dapat merusak dinding pembuluh darah, jantung, ginjal, & menyebabkan stroke.
  3. Aterosklerosis / Penyakit Arteri Koroner
    Penumpukan plak (kolesterol, lemak, kalsium) di dinding arteri → menyempitkan dan mengerasnya pembuluh → aliran darah berkurang. Bila terjadi di arteri jantung → penyakit jantung koroner.
  4. Serangan Jantung (Myocardial Infarction)
    Dampak dari penyumbatan aliran darah ke otot jantung sehingga oksigen tidak sampai → bagian jantung bisa rusak.
  5. Gagal Jantung
    Jantung tidak mampu memompa darah dengan efektif memenuhi kebutuhan tubuh. Bisa disebabkan oleh kerusakan otot jantung, hipertensi, penyakit arteri koroner. Stroke
    Gumpalan darah menyumbat arteri di otak atau pembuluh darah di otak pecah → aliran darah & oksigen ke otak terganggu → sel-sel otak bisa rusak.
  6. Aneurisma Aorta
    Dinding aorta melemah → membesar (menggelembung) → jika pecah bisa menjadi keadaan darurat medis.
  7. Penyakit Arteri Perifer
    Penyempitan pembuluh darah di ekstremitas (biasanya kaki) akibat aterosklerosis → aliran darah ke kaki terganggu → nyeri, bengkak, atau luka sulit sembuh. Kelainan Darah
    Berbagai penyakit darah yang memengaruhi sel darah merah, sel putih, trombosit, atau plasma, contohnya:
    • Anemia (kurang sel darah merah / hemoglobin)
    • Hemofilia (kelainan genetik dalam pembekuan darah)
    • Thalassemia (gangguan hemoglobin bawaan)
    • Trombositopenia / Trombofilia (perubahan jumlah atau fungsi platelet)

Emboli
Penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan pada aliran darah karena gumpalan darah, gelembung gas, atau zat lain → aliran darah terganggu. Contoh emboli paru.

(Halodoc. (2023).

 

 

 

 

  1. Cara menjaga kesehatan organ

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah (Halodoc)

  1. Rutin berolahraga untuk melancarkan sirkulasi darah.
  2. Cukup minum air agar darah tidak mengental.
  3. Kelola stres untuk mencegah penyempitan pembuluh darah.
  4. Lakukan peregangan atau pijatan ringan agar otot rileks.
  5. Minum teh hijau untuk membantu fungsi pembuluh darah.
  6. Angkat kaki sedikit saat duduk untuk membantu aliran darah ke jantung.
  7. Konsumsi makanan bergizi dan kaya antioksidan seperti buah delima dan ikan salmon. Halodoc (2023)

 

  1. Kesimpulan

Sistem peredaran darah manusia sangat penting untuk mengalirkan oksigen, nutrisi, dan membuang sisa metabolisme ke seluruh tubuh. Gangguan seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke dapat mengganggu fungsi vital ini, sehingga menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan darah sangat diperlukan. Cara menjaga kesehatan meliputi olahraga, pola makan bergizi, cukup minum, dan mengelola stres. Selain sehat secara fisik, kesadaran akan keajaiban sistem peredaran darah juga meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.   

  1. Daftar Pustaka

John E.Hall, 2017, Mississippi, University of Mississippi Medical Center ., Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama., Kementerian Kesehatan RI. (2017). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI., Halodoc. (2022). 7 Cara Melancarkan Peredaran Darah agar Tetap Sehat., Sherwood, L. (2016). Human Physiology: From Cells to Systems (9th ed.). Boston: Cengage Learning. Halodoc. (2023). (Cara menjaga kesehatan sistem peredaran darah. https://www.halodoc.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *