Di susun Oleh : Nada
Mata Pelajaran : IPA & ICCT
Guru :Ms Nurul Fatimah, M.Pd.
Sistem Pernapasan Manusia
Pendahuluan
Anatomi Merupakan Suatu Bidang ilmu dasar yang mempelajari struktur tubuh manusia. Dalam Mempelajari anatomi daspat di gunakan melalui tiga pendekatan, yaitu anatomi regional, dan anatomi klinis. Anatomi sistemis mempelajari tubuh manusia sebagai rangkaian system, misalnya system respirasi, system reproduksi, dan lainnya. Anatomi regional Adalah ilmu anatomi yang mempelajari anatomi pada regio/area tertentu, misalnya regio thorax, regio abdomen, dan lainnya. Sedangkan anatomi klinis mempelajari struktur anatomi tubuh terkait dengan fungsinya yang penting dalam praktik kedokteran, kedokteran gigi, dan Kesehatan terkait. Pendekatan di bisang ini menggabungkan baik pendekatan secara regional maupun sintesis dan menitikberatkan penerapan secara klinis. Dalam penggunaan istilah anatomi saat ini, sudah ada kesepakatan internasional untuk menggunakan dua Bahasa yang lazim yaitu Bahasa inggris dan Bahasa latin. Kepada mahasiswa dianjurkan untuk mengetahui istilah dalam kedua Bahasa tersebut. (Heltty 2025)
Fungsi dan Proses Kerja organ Pernapasan
A. Anatomi system respirasi
Sistem pernapasan di bagi menjadi 2 yaitu saluran penghubung pernpasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Heltty 2025)
1. Saluran Pernapasan Atas
A. Hidung
Hidung Merupakan pintu masuk pertama udara yang kita hirup. Udara masuk dan keluar system pernapasan melalui hidung, yang terbentuk dari dua tulang hidung dan dan beberapa kartilago. Terdapat dua pintu pada dasar hidung-nostril (lubang hidung), atau nares eksternal yang dipisahkan oleh septum nasal di bagian tengahnya. Lapisan mukosa hidung Adalah sel epitel bersila, dengan sel goblet yang menghasilkan lendir. Udara yang melewati rongga hidung di hangatkan dan di lembabkan. Bakteri dan partikel polusi udaea akan terjebak dalam lendir; silia pada lapisan mukosa secara kontinu menyapu lendir kea rah faring. Sebagian lendir ini pada akhirnya akan tertelan, dan setiap bakteri yang ada akan di hancurkan oleh asam hidroklorida dalam getah lambung. Rongga nasal berhubungan dengan beberapa rongga lain yang terdapat dalam tulang tengorak, yaitu sinus paranasal yang fungsinya Adalah untuk meringankan tulang tengorak dan memberikan resonasi suara. Rongga ini berhubungan dengan rongga nasal melalui saluran kecil yang juga di lapisi oleh membrane mukosa. Karena saluran ini sempit, makai a mudah tersumbat selama proses inflamasi dan infeksi. Lendir dan cairan lainnya menjadi tertangkap dan menumpuk di dalam sinus yang tersumbat, menimbulkan tekanan yang terasa sangat nyeri. Kondisi ini di sebut sinusitis. Heltty 2025)
B. Faring
Faring atau tenggorok adalah tabung muskular yang terletak di posterior rongga hidung dan mulut serta di anterior tulang belakang leher (vertebra servikalis). Secara deskriptif, faring dapat dibagi menjadi tiga segmen yang saling bersambungan, yaitu nasofaring, orofaring, dan laringofaring.
Bagian paling atas (superior) adalah nasofaring, yang terletak di belakang rongga hidung. Nasofaring berhubungan dengan nares internal (lubang hidung bagian dalam) dan ostium ke kedua tuba auditorius, yang memanjang ke telinga tengah. Pada dinding posterior nasofaring terletak adenoid atau tonsil faringeal, yang merupakan nodul limfe yang mengandung makrofag. Nasofaring adalah saluran yang hanya dilalui oleh udara.
Bagian faring yang dapat dilihat ketika bercermin dengan mulut terbuka lebar adalah orofaring, yang terletak di belakang mulut. Mukosa orofaring terdiri dari epitel skuamosa bertingkat, yang merupakan kelanjutan dari epitel yang terdapat pada rongga mulut. Pada dinding lateralnya terdapat tonsil palatin yang juga merupakan nodul limfe. Tonsil adenoid (faringeal) dan tonsil lingual pada dasar lidah membentuk cincin jaringan limfatik yang mengelilingi faring untuk menghancurkan patogen yang masuk ke dalam mukosa.
Laringofaring merupakan bagian paling inferior (bawah) dari faring. Laringofaring berlanjut ke arah anterior menuju laring dan ke arah posterior menuju esofagus (kerongkongan). Bagian faring selain nasofaring dapat dilalui oleh udara maupun makanan, tetapi tidak untuk keduanya pada saat yang bersamaan. Kontraksi dinding muskular orofaring dan laringofaring merupakan bagian dari refleks menelan. Heltty 2025)
C. Laring
Laring sering disebut sebagai kotak suara, sebuah nama yang menunjukkan salah satu fungsinya yang utama, yaitu untuk berbicara. Laring merupakan saluran pendek yang menghubungkan faring dengan trakea. Laring memiliki beberapa fungsi, yaitu memungkinkan udara mengalir melalui strukturnya dan mencegah benda padat (seperti makanan atau minuman) masuk ke dalam trakea. Selain itu, karena menjadi tempat pita suara, laring berperan sebagai sarana pembentukan suara. Heltty 2025)
Dinding laring terutama dibentuk oleh tulang rawan (kartilago) dan bagian dalamnya dilapisi oleh membran mukosa bersilia. Heltty 2025)
Kartilago laring terdiri atas sembilan buah yang tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk struktur seperti kotak dan saling terhubungkan oleh ligamen. Kartilago laring yang terbesar adalah kartilago tiroid, yang dapat teraba pada permukaan anterior leher; pada pria, kartilago ini membesar dan dikenal dengan sebutan Adam's apple atau jakun. Heltty 2025)
Epiglotis atau kartilago epiglotik adalah kartilago yang paling atas. Bentuknya menyerupai lidah dan keseluruhannya dilapisi oleh membran mukosa. Selama menelan, laring bergerak ke atas dan epiglotis tertekan ke bawah untuk menutup glotis (bukaan menuju laring). Gerakan ini mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam laring dan trakea. Pita suara terletak di kedua sisi glotis.
Selama bernapas, pita suara tertarik ke kedua sisi glotis sehingga udara dapat masuk dan keluar dengan bebas dari trakea. Sebaliknya, selama berbicara, otot-otot intrinsik laring menarik pita suara untuk menutupi glotis. Udara yang dihembuskan dari paru-paru kemudian menggetarkan pita suara yang tertutup ini untuk menghasilkan bunyi. Bunyi ini selanjutnya akan diubah menjadi kata-kata oleh artikulator lain seperti lidah dan bibir. Heltty 2025)
Persarafan motorik untuk otot-otot faring dan laring yang terlibat dalam proses berbicara dibawa oleh nervus vagus dan nervus aksesorius. Heltty 2025)
2. Saluran Pernapasan Bawah
A. Trakea
Trakea atau pipa udara adalah saluran udara tubular dengan panjang sekitar 10 sampai 13 cm dan lebar sekitar 2,5 cm. Letaknya di depan esofagus dan saat diraba (palpasi) terasa sebagai struktur yang keras dan kaku di permukaan anterior leher. Trakea memanjang dari laring ke bawah menuju rongga toraks (dada), di mana ujungnya bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri.
Dinding trakea disangga oleh 16 sampai 20 buah cincin kartilago yang berbentuk seperti huruf C, dengan bagian terbuka menghadap ke belakang (ke arah esofagus). Ujung terbuka dari setiap cincin ini dihubungkan oleh otot polos dan jaringan ikat. Struktur ini memungkinkan esofagus dapat melebar ketika makanan ditelan. Heltty 2025)
Cincin-cincin kartilago tersebut memberikan kekakuan pada trakea, yang berfungsi untuk mencegahnya kolaps dan menutup jalan udara. Bagian dalam trakea dilapisi oleh membran mukosa bersilia. Lapisan mukosa ini banyak mengandung sel yang mensekresi lendir, disebut sebagai epitel silindris bersilia semu (PSCC, Pseudostratified Ciliated Columnar). Seperti pada laring, silia pada trakea menyapu mucus (lendir) dan partikel asing ke arah atas menuju faring. Setelah mencapai faring, mucus biasanya akan tertelan atau dikeluarkan sebagai sputum (dahak). Heltty 2025)
B. Bronkhial dan alveoli
Ujung distal trakea bercabang menjadi bronkus primer kanan dan kiri yang terletak di dalam rongga dada. Di dalam paru-paru, masing-masing bronkus primer memanjang dan kemudian bercabang membentuk bronkus sekunder. Perlu dicatat bahwa percabangan ini tidak simetris. Heltty 2025)
Bronkus akan terus bercabang secara berulang-ulang membentuk bronkiolus, yang dindingnya terdiri dari otot polos tanpa tulang rawan. Bronkiolus akhirnya bermuara ke dalam struktur mikroskopis yang disebut alveolus. Alveolus merupakan kantong udara kecil yang dindingnya sangat tipis, hanya terdiri atas satu lapis epitel skuamosa. Heltty 2025)
Di antara sel-sel epitel alveolar terdapat sel-sel khusus yang menyekresi lapisan molekul lipid seperti deterjen yang disebut surfaktan. Surfaktan normalnya melapisi permukaan dalam dinding alveolar, bersamaan dengan selapis tipis cairan encer. Cairan ini dibutuhkan untuk menjaga kelembapan permukaan alveolar, yang penting untuk terjadinya difusi gas. Heltty 2025)
Air dalam cairan tersebut menimbulkan gaya tarik menarik yang kuat, disebut tekanan permukaan. Gaya ini dapat menyebabkan dinding alveolar tertarik dan kolaps ketika udara meninggalkan alveolus selama ekspirasi. Di sinilah peran kritis surfaktan: ia menetralkan tekanan ini, sehingga memungkinkan alveoli mengembang kembali dengan mudah setelah ekspirasi. Heltty 2025)
Tanpa surfaktan, tekanan permukaan akan menjadi sangat besar sehingga membutuhkan upaya muskular yang sangat besar untuk mengembangkan kembali alveoli. Contoh nyata dari kondisi ini terjadi pada bayi prematur yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai bulan ketujuh. Paru-paru mereka belum cukup matang untuk memproduksi surfaktan, sehingga bayi-bayi ini mengalami kesulitan bernapas yang serius (tidak dapat bernapas spontan) yang dikenal sebagai Sindrom Gangguan Pernapasan (Respiratory Distress Syndrome - RDS). Heltty 2025)
C. Paru-paru
Paru-paru terletak di kedua sisi jantung di dalam rongga dada dan dikelilingi serta dilindungi oleh sangkar iga. Bagian dasar setiap paru terletak di atas diafragma; sedangkan bagian apeks atau ujung superior paru terletak setinggi tulang selangka (klavikula). Pada permukaan tengah setiap paru terdapat lekukan yang disebut hilus, tempat bronkus primer, arteri pulmonari, dan vena pulmonari masuk dan keluar dari paru. Heltty 2025)
Paru-paru kanan dan kiri terdiri atas percabangan saluran udara yang membentuk pohon bronkial, jutaan alveoli beserta jaring-jaring kapilernya, dan jaringan ikat. Sebagai organ, fungsi utama paru-paru adalah sebagai tempat terjadinya pertukaran gas antara udara atmosfer dan darah. Heltty 2025)
Setiap paru dibagi menjadi kompartemen yang lebih kecil. Pembagian utama disebut lobus. Paru kanan yang lebih besar terdiri atas tiga lobus, sedangkan paru kiri terdiri atas dua lobus. Pembatas antara lobus-lobus ini disebut fisura. Setiap lobus dipasok oleh cabang utama dari pohon bronkial dan diselubungi oleh jaringan ikat. Heltty 2025)
Lobus kemudian terbagi lagi menjadi kompartemen yang lebih kecil yang dikenal sebagai segment. Setiap segment terdiri atas banyak lobulus, yang masing-masing mengandung bronkiolus, arteriol, venula, dan pembuluh limfatik.
Paru-paru dilindungi oleh dua lapis membran serosa yang disebut pleura. Lapisan terluar adalah pleura parietal, yang melapisi dinding dada dan mediastinum. Lapisan dalamnya adalah pleura viseral, yang langsung membungkus paru-paru dan melekat kuat pada permukaannya. Heltty 2025)
Rongga di antara kedua lapisan pleura ini disebut rongga pleura, yang berisi cairan pleura yang dihasilkan oleh sel-sel serosa. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan antara kedua membran pleura ketika paru-paru mengembang dan mengempis selama bernapas. Jika produksi cairan ini berkurang atau jika membran pleura meradang dan membengkak, dapat terjadi suatu kondisi yang menyakitkan yang disebut pleuritis atau radang selaput dada. Heltty 2025)
Pembentukan paru-paru manusia dimulai sejak masa embrio, tepatnya ketika embrio mencapai panjang sekitar 3 mm. Awalnya, terbentuk sebuah alur (groove) yang berasal dari bagian foregut (usus depan). Dari alur ini kemudian berkembang dua kantung yang dilapisi oleh jaringan yang disebut primary lung bud. Heltty 2025)
Bagian proksimal dari foregut kemudian membelah menjadi dua struktur, yaitu esofagus dan trakea. Dalam perkembangan selanjutnya, trakea akan bergabung dengan primary lung bud. Primary lung bud inilah yang menjadi cikal bakal bronkus dan seluruh cabang-cabangnya di dalam paru-paru. Heltty 2025)
Paru-paru sebagian besar terdiri dari gelembung-gelembung udara mikroskopis yang disebut alveoli. Dinding alveoli tersusun dari sel-sel epitel dan endotel yang sangat tipis. Jika seluruh permukaan alveoli dibentangkan, luasnya mencapai kurang lebih 90 meter persegi. Pada lapisan inilah pertukaran gas vital terjadi: oksigen (O₂) berdifusi masuk ke dalam darah, dan karbon dioksida (CO₂) dikeluarkan dari darah. Heltty 2025)
Jumlah total gelembung alveoli di kedua paru-paru (kiri dan kanan) diperkirakan mencapai sekitar 700.000.000 (700 juta) buah. Heltty 2025)
Struktur Lobus dan Segment Paru-Paru
1. Paru-Paru Kanan
Terdiri dari 3 lobus (belah paru):
1. Lobus Superior (atas)
2. Lobus Medialis (tengah)
3. Lobus Inferior (bawah)
Setiap lobus tersusun atas unit yang lebih kecil called lobulus. Heltty 2025)
2. Paru-Paru Kiri
Terdiri dari 2 lobus:
1. Lobus Superior (atas)
2. Lobus Inferior (bawah)
Masing-masing lobus pada kedua paru terbagi lagi menjadi belahan yang lebih kecil called segment. Heltty 2025)
• Paru-paru kiri mempunyai 10 segment:
o Lima segment pada lobus superior.
o Lima segment pada lobus inferior.
• Paru-paru kanan mempunyai 10 segment:
o Tiga segment pada lobus superior.
o Dua segment pada lobus medialis.
o Lima segment pada lobus inferior.
o Heltty 2025)
Struktur Mikro: Dari Segment ke Alveolus
Setiap segment masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang disebut lobulus. Di antara lobulus yang satu dengan lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf-saraf. Heltty 2025)
Di dalam setiap lobulus terdapat sebuah bronkiolus. Bronkiolus ini kemudian bercabang-cabang banyak sekali di dalam lobulus; cabang-cabang akhir ini disebut duktus alveolaris. Setiap duktus alveolaris berakhir pada gelembung-gelembung udara mikroskopis called alveolus, yang diameternya antara 0,2 - 0,3 mm. Heltty 2025)
Posisi dan Selaput Paru-Paru (Pleura)
Pada rongga dada, bagian dataran paru-paru menghadap ke tengah rongga dada (kavum mediastinum). Pada bagian tengah ini terdapat tampuk paru-paru atau hilus. Di dalam mediastinum depan terletak jantung. Heltty 2025)
Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut pleura. Pleura dibagi menjadi dua lapisan:
1. Pleura Viseral: Selaput yang langsung membungkus permukaan paru-paru.
Pleura Parietal: Selaput yang melapisi dinding sebelah dalam rongga dada. Heltty 2025)
2.
Antara kedua pleura ini terdapat rongga yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, rongga ini berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas. Heltty 2025)
Pada keadaan normal, kavum pleura (rongga pleura) ini vakum atau hampa udara. Kondisi ini memungkinkan paru-paru dapat mengembang (inspirasi) dan mengempis (ekspirasi) dengan baik. Di dalam rongga pleura juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berfungsi sebagai pelumas untuk meminyaki permukaan pleura. Cairan ini sangat penting untuk menghindarkan gesekan antara paru-paru (pleura viseral) dan dinding dada (pleura parietal) ketika keduanya bergerak selama proses bernapas. Heltty 2025)
d. Toraks
Rongga toraks (dada) terdiri atas tiga bagian utama:
1. Rongga pleura kanan
2. Rongga pleura kiri
3. Bagian tengah yang disebut mediastinum
4. Heltty 2025)
Jaringan fibrosa membentuk dinding yang mengelilingi mediastinum, yang secara sempurna memisahkannya dari rongga pleura kanan (tempat paru kanan) dan rongga pleura kiri (tempat paru kiri). Dengan demikian, satu-satunya organ dalam rongga toraks yang tidak terletak di dalam mediastinum adalah paru-paru. Heltty 2025)
Toraks memegang peran penting dalam pernapasan. Karena bentuk melengkung dari tulang rusuk dan sudut perlekatannya ke tulang belakang, volume toraks meningkat ketika dada mengembang (terangkat) dan mengecil ketika dada mengempis (menurun). Heltty 2025)
Perubahan volume yang lebih signifikan lagi terjadi akibat gerakan diafragma:
Saat inspirasi (menghirup napas): Diafragma berkontraksi, mendatar, dan bergerak ke bawah. Gerakan ini menarik dasar rongga toraks ke arah bawah, sehingga memperbesar volume toraks. Heltty 2025)
Saat ekspirasi (menghembuskan napas): Diafragma berelaksasi dan kembali ke posisi awalnya yang seperti kubah, sehingga memperkecil volume rongga toraks. Heltty 2025)
Perubahan ukuran toraks inilah yang menciptakan perbedaan tekanan yang memungkinkan terjadinya proses inspirasi dan ekspirasi. Heltty 2025)
Gangguan atau Penyakit pada Sistem Pernapasan
1. Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Pada penderita pneumonia, pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan terisi oleh cairan.
(Suryo 2010)
2. Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru-paru. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru. Tetapi, kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.
(Suryo 2010)
3. TuberkulosisatauTB
Tuberkulosis atau TB adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru.
(Suryo 2010)
Cara menjaga Kesehatan system pernapasan
1. Hindari paparan asap rokok dan polutan
2. Menghindari paparan polusi
3. Mencegah infeksi secara proaktif
4. (Suryo 2010)
Kesimpulan Sistem Pernapasan Manusia
Sistem pernapasan manusia bertugas untuk pertukaran gas oksigen (O₂) dan karbon dioksida (CO₂). Secara anatomi, sistem ini terbagi menjadi:
1. Saluran Atas (Hidung, Faring, Laring): Menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara yang dihirup.
2. Saluran Bawah (Trakea, Bronkus, Paru-paru): Menyalurkan udara ke alveoli, tempat pertukaran gas terjadi. Paru-paru dilapisi pleura yang melindungi dan memudahkan pergerakannya.
Pernapasan digerakkan oleh otot (terutama diafragma) yang mengubah volume rongga dada, sehingga udara dapat masuk (inspirasi) dan keluar (ekspirasi). Gangguan seperti pneumonia, kanker paru, dan TB dapat mengancam sistem ini. Oleh karena itu, kesehatan sistem pernapasan perlu dijaga dengan menghindari asap rokok, polusi, dan mencegah infeksi.
Sumbernya:
https://books.google.co.id/books?id=ooJoEQAAQBAJ&lpg=PR1&ots=dt0L27Cd12&dq=buku%20sistem%20pernapasan&lr&hl=id&pg=PA3#v=onepage&q=buku%20sistem%20pernapasan&f=false
https://books.google.co.id/books?id=VhqtZDjoD90C&lpg=PA1&ots=_Bk1oW0Spl&dq=buku%20gangguan%20penyakit%20sistem%20pernapasan&lr&hl=id&pg=PA13#v=onepage&q=buku%20gangguan%20penyakit%20sistem%20pernapasan&f=false
DAFTAR PUSTAKA
Krismiadi Dedi, Rahmadina Wa Ode. 2025. Buku Ajar Medikal Bedah Sistem Pernapasan. Jawa Tengah: PT Nasya Expanding Management.
Suryo Joko. 2010. Herbal Penyembuh Sistem Gangguan Pernapasan. Yokyakarta: Bentang Pustaka.
