Mad Badal dan Mad Farq
Mad Badal
Mad badal adalah hukum bacaan tajwid yang terjadi ketika huruf hamzah (ء) yang berharakat bertemu dengan hamzah yang sukun, dan hamzah sukun tersebut diganti dengan huruf mad yang sesuai harakatnya, yaitu alif (ا), ya (ي), atau wau (و). Cara membacanya adalah dengan dipanjangkan 2 harakat atau satu alif, seperti mad thabi’i.
Contoh ayat
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
“Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia)” QS. Ad Dhuha ayat 4
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk” QS Al Bayyinah ayat 7
Mad Farq
Mad farq adalah hukum bacaan mad yang berfungsi untuk membedakan (memisahkan) antara kalimat tanya (istifham) dan kalimat berita (khabar), terjadi saat hamzah istifham (ءَ) bertemu mad badal dan huruf bertasydid dalam satu kata. Cara membacanya adalah dengan memanjangkan bacaan hamzah istifham hingga 6 harakat atau 3 alif, seperti pada contoh QS Al-An’am ayat 143: “قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ” (Qul aadz-dzakaraian).
Contoh ayat
قُلْ اَرَءَيْتُمْ مَّآ اَنْزَلَ اللّٰهُ لَكُمْ مِّنْ رِّزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِّنْهُ حَرَامًا وَّحَلٰلًاۗ قُلْ ءٰۤاللّٰهُ اَذِنَ لَكُمْ اَمْ عَلَى
اللّٰهِ تَفْتَرُوْنَ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.” Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?” QS Yunus ayat 59
قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَسَلٰمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰىۗ ءٰۤاللّٰهُ خَيْرٌ اَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya)?” QS An Naml ayat 59
adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
