Nama : Saka Kamal P
Kelas : 9 Al-Fatih
Guru : Ms Nurul
Pendahuluan :
Saya bersama mama membuat eco enzyme di dapur rumah dengan memanfaatkan sisa kulit buah. Kegiatan ini membantu mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan cairan serbaguna yang ramah lingkungan. Selain bermanfaat, prosesnya juga menyenangkan dan mengajarkan kami cara menjaga bumi mulai dari rumah.
Informasi pendukung:
Untuk membuat eco enzyme, campurkan sisa sampah organik (kulit buah dan sayur) dengan gula merah/molase dan air bersih menggunakan perbandingan 3:1:10. Masukkan ke dalam wadah kedap udara, sisakan ruang untuk fermentasi, kemudian diamkan selama sekitar tiga bulan di tempat sejuk dan gelap. Buka wadah untuk mengeluarkan gas selama minggu pertama secara berkala, lalu saring dan eco enzyme siap digunakan.
Bahan2nya adalah :
- Sampah Organik:
Sisa buah dan sayuran mentah seperti kulit buah, sisa sayuran, buah yang memar, atau buah afkir. Hindari menggunakan daging karena berpotensi membusuk dan menghasilkan patogen.
- Gula:
Gula merah, gula aren, molase, atau gula lontar berfungsi sebagai makanan untuk mikroorganisme yang melakukan fermentasi.
- Air:
Air bersih seperti air sumur, air keran, air hujan, atau bahkan air buangan AC dapat digunakan.
Alat yang digunakan adalah:
Alat yang dibutuhkan untuk membuat eco enzyme adalah wadah plastik kedap udara (botol atau toples), pisau untuk memotong bahan organik, timbangan untuk menakar bahan, dan spidol untuk menandai tanggal
Langkah kerjanya adalah:
- Siapkan Bahan
- Kulit buah/sisa sayuran (misal: jeruk, apel, nanas)
- Gula merah atau gula pasir
- Air bersih
- Wadah tertutup (botol atau galon plastik)
- Timbang Bahan dengan Perbandingan 3 : 1 : 10
- 3 bagian limbah organik
- 1 bagian gula
- 10 bagian air
- Campurkan dalam Wadah
- Masukkan air, gula, dan potongan limbah organik.
- Aduk rata sampai gula larut.
Fermentasi
- Tutup rapat wadah, tapi beri sedikit ruang udara.
- Simpan di tempat teduh selama ±3 bulan.
- Kocok atau buka tutup sebentar setiap minggu untuk mengeluarkan gas.
- Saring Hasil Fermentasi
- Setelah 3 bulan, saring cairannya.
- Simpan eco enzyme ke dalam botol bersih dan siap digunakan.
Manfaat produknya adalah:
pembersih serbaguna, pupuk organik untuk tanaman dan tanah, pengusir hama alami, penyembuh luka pada hewan, serta mampu mengurangi bau tidak sedap dan mengurai limbah organic
Mikroorganisme yang berkerja :
Mikroorganisme utama yang bekerja dalam pembuatan eco-enzyme adalah bakteri asam laktat (BAL) dan jamur (ragi/khamir/kapang), bersama dengan bakteri lain seperti bakteri asam asetat dan genus Bacillus. Mereka berperan penting dalam memecah gula dan bahan organik menjadi senyawa bermanfaat seperti asam laktat, asam asetat, dan enzim aktif lainnya, menciptakan produk fermentasi yang kaya nutrisi dan memiliki sifat disinfektan.
Kesimpulannya adalah :
Dari kegiatan membuat eco enzyme bersama mama, saya jadi tahu kalau sisa kulit buah ternyata bisa diolah jadi cairan yang berguna, seperti pembersih dan pupuk. Cara membuatnya mudah, ramah lingkungan, dan membantu mengurangi sampah. Ini jadi pengalaman seru sekaligus cara kecil kami ikut menjaga bumi.
Refleksi:
- Mengapa kamu memilih topik atau produk ini dalam bioteknologi konvensional?
- Saya memilih ini karena lebih mudah dibuat dan bahan-bahanya sedikit bahan-bahannya nya hanya sampah plastic gallon, gula dan air gampangkan
- Hal menarik apakah yang kamu temukan dalam mengerjakan projek ini?
- Membuatnya sangat mudah tinggal menunggu fermentasi
- Apakah tantangan yang kamu hadapi dalam mengerjakan projek?
- Saya jadi tahu kalau kulit buah dan sayur bisa diolah jadi cairan bermanfaat, bukan cuma dibuang
- Apakah manfaat yang kamu dapat setelah menyelesaikan projek ini?
- Saya merasa senang karena bisa belajar langsung bersama mama di dapur.
