Rangkaian Seri, Paralel, & Campuran

Rangkaian Seri

Jenis-Jenis Rangkaian Listrik Rangkaian listrik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran (seri-paralel). Lalu, apa sih perbedaannya? Mari kita simak! A. Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bersebelahan. Gambar rangkaian seri dapat kamu lihat pada gambar berikut: gambar rangkaian seri Pada rangkaian seri, kuat arus (I) akan mengalir dari sumber energi (baterai) yang ada, dari satu hambatan ke hambatan lain melewati satu kabel. Perhatikan deh gambar rangkaian seri di atas! Lalu, bayangkan ada aliran listrik yang mengalir mulai dari baterai, menuju hambatan/resistor 1, ke hambatan 2, lalu berputar dan kembali ke baterai. Iya, anggap aja aliran listrik ini kayak aliran air gitu. Setelah membayangkannya, kamu pasti jadi sadar kalau untuk arus listrik yang melewati hambatan 1, nilainya akan sama besar dengan arus yang melewati hambatan 2. Kok gitu? Ya, kan, alirannya nggak mungkin ke mana-mana lagi.

RUMUS 

Rumus Rangkaian Seri

Nah, itu berarti, kuat arus total sama dengan kuat arus yang ada di hambatan 1, maupun hambatan 2. Secara matematis, rumus kuat arus total pada rangkaian seri dapat ditulis menjadi:

Itot = I1 = I2 = I…

Di sisi lain, tegangan yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan 2. Tetapi, apabila seluruh tegangan yang ada di hambatan pada rangkaian itu dijumlahkan, hasilnya akan sama dengan tegangan yang ada di sumber. Atau dengan kata lain, rumus tegangan total pada rangkaian seri dapat ditulis menjadi:

Vtot = V1 + V2 + V…

Sehingga, hambatan totalnya sama dengan jumlah dari seluruh hambatan yang ada di rangkaian itu. Dengan kata lain, rumus hambatan total pada rangkaian seri dapat ditulis menjadi:

Rtot = R1 + R2 + R…

Ingat, ya, maksud dari tanda titik-titik (…) di rumus itu untuk menandakan kalau ada resistor lain. Jadi, kalau resistor/hambatannya lebih dari 2, tinggal dilanjutin aja.

Rangkaian Paralel

Definisi Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik di mana setiap komponen terhubung pada cabang yang berbeda sehingga arus listrik memiliki lebih dari satu jalur untuk mengalir.

Ciri-ciri rangkaian paralel:

  • Memiliki banyak jalur arus.

  • Tegangan pada setiap cabang selalu sama besar.

  • Jika satu komponen rusak, komponen lain tetap bekerja.

  • Arus terbagi pada setiap cabang sesuai nilai hambatannya.


Rumus-Rumus Rangkaian Paralel
1. Hambatan Total (R total)

Rumus umum:

 

1Rtotal=1R1+1R2+1R3+\frac{1}{R_\text{total}} = \frac{1}{R_1} + \frac{1}{R_2} + \frac{1}{R_3} + \dots

Jika hanya dua hambatan:

 

Rtotal=R1R2R1+R2R_\text{total} = \frac{R_1 R_2}{R_1 + R_2}


2. Tegangan pada Setiap Cabang

 

V1=V2=V3=VtotalV_1 = V_2 = V_3 = V_\text{total}


3. Arus Total (I total)

 

Itotal=I1+I2+I3+I_\text{total} = I_1 + I_2 + I_3 + \dots


4. Hukum Ohm (berlaku untuk setiap cabang)

 

V=I×RV = I \times R

Rangkaian Campuran

Definisi Rangkaian Campuran

Rangkaian campuran adalah rangkaian listrik yang menggabungkan dua jenis susunan sekaligus, yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel dalam satu rangkaian. Artinya, sebagian komponen disusun seri, sementara bagian lainnya tersusun paralel.

Rangkaian ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti instalasi listrik rumah, karena dapat mengatur bagian mana yang ingin dibuat seri dan bagian mana yang membutuhkan cabang paralel.


Rumus-Rumus Rangkaian Campuran

Dalam rangkaian campuran, perhitungan dilakukan dengan cara menggabungkan rumus seri dan paralel.

1. Rumus Hambatan Seri

 

Rseri=R1+R2+R3+R_\text{seri} = R_1 + R_2 + R_3 + \dots

2. Rumus Hambatan Paralel

 

1Rparalel=1R1+1R2+\frac{1}{R_\text{paralel}} = \frac{1}{R_1} + \frac{1}{R_2} + \dots

Jika hanya dua hambatan paralel:

 

Rparalel=R1R2R1+R2R_\text{paralel} = \frac{R_1 R_2}{R_1 + R_2}

3. Hambatan Total Rangkaian Campuran

Setelah bagian paralel dihitung:

 

Rtotal=Rseri+RparalelR_\text{total} = R_\text{seri} + R_\text{paralel}

(Disesuaikan dengan posisi hambatan di rangkaian.)


Rumus Tambahan (berlaku untuk semua rangkaian)
Tegangan (Hukum Ohm)

 

V=I×RV = I \times R

Arus Total

Jika rangkaian sudah disederhanakan menjadi satu hambatan total:

 

Itotal=VtotalRtotalI_\text{total} = \frac{V_\text{total}}{R_\text{total}}

Daya

 

P=V×IP = V \times I

Mr. Bayu : KKM 80 Kenzie Remidi dibenerin. Hasil nomor 2 dan 3 tidak sama dengan soal dan hasil diteliti lagi

                                      SOAL ASAS

Setiap lampu = 10 ohm

=10+(1/10+1/10)+10+10= 10 + (1/10 + 1/10) + 10 + 10

=30+5=35ohm= 30 + 5 = 35 \, \text{ohm}

Lalu di-paralel-kan

=1/10+1/35= 1/10 + 1/35

=7.77ohm= 7.77 \, \text{ohm}

Terakhir harus dijumlah

=10+7.77= 10 + 7.77


Rtotal = 17.77 ohm Arus = V / R

=

I=VRI = \frac{V}{R} I=10.717.77

Arus = 0.6 A
pertama hitung bagian seri terlebih dahulu
10+10+5+5 = 30
Rparalel = 1/10+1/10 = 5
=30+5=35
lalu diparalel dengan R3
1/0 + 1/35 = 0
selanjutnya jumlahkan dengan R1 0+10= 10
L = V/R
= 10/10 = 1
V = 1A ATAU 1.00A

 

 

HITUNG BAGIAN SERI TERLEBIH DAHULU

10+10+5+5 =30
Rp = 1/10 + 1/10 = 5
30+5=35
lalu diparalelkan dgn R3
1/3.8 + 1/35 = 3.42ohm
lalu dijumlah dengan r1 dan r4
10+10+3.42 = 23.42
L = V/R
= 14/23.42=0.59

 

INI TIDAK SESUAI ?? (MR BAYU)